Kristal Charcot-Leyden di feses adalah kristal yang ramping dengan bentuk heksagonal bipiramidal (kristal memanjang dengan dua ujung runcing), yang berkaitan erat dengan peradangan eosinofilik.
Asal dan Pembentukan
Kristal ini terbentuk dari kerusakan atau pemecahan sel darah putih jenis eosinofil. Proses pembentukannya berkaitan dengan sitolisis aktif (sel pecah secara aktif dalam proses respons imunologis) atau kematian sel yang disebut ETosis (extracellular trap cell death/kematian sel melalui pembentukan perangkap ekstraseluler) pada eosinofil yang teraktivasi. Kristal ini terdiri dari satu jenis protein tunggal yang dikenal sebagai galectin-10 (lisofosfolipase eosinofil manusia)
Signifikansi Klinis (Makna Klinis)
Keberadaan kristal Charcot-Leyden menunjukkan adanya respon imun atau peradangan eosinofilik di saluran pencernaan yang sering ditemukan pada pasien dengan penyakit parasit, selain itu kristal ini juga dapat muncul karena faktor toksik atau kondisi non-parasit lainnya.
Parasit yang Terkait
Beberapa jenis infeksi parasit yang sering dikaitkan dengan temuan kristal Charcot-Leyden dalam feses meliputi:
- Entamoeba histolytica: Ditemukan pada kasus disentri amuba yang disertai diare berdarah dan berlendir.
- Cystoisospora belli: Terutama pada pasien dengan gangguan sistem imun (seperti HIV), di mana kristal ini sering ditemukan melalui pemeriksaan mikroskopis feses
- Blastocystis hominis: Kristal ini dilaporkan ada pada sekitar 26% pasien yang terinfeksi parasit ini
- Giardia lamblia dan Cryptosporidium: kristal ini bisa muncul, tapi hanya pada sebagian kecil pasien
Pemeriksaan Laboratorium
Pada pemeriksaan feses rutin, Kristal Charcot-Leyden secara mikrsokopis tampak ramping, runcing, dan tersedia dalam berbagai ukuran. Pada pemeriksaan menggunakan pewarnaan trichrome, kristal Charcot-Leyden akan tampak berwarna merah keunguan
Temuan kristal ini berperan dalam membantu praktisi medis mengelola infeksi parasit serta menilai implikasi patologisnya.
DAFTAR PUSTAKA
- Amin, O. M. (2025). "Bio-Markers Misdiagnosed as Intestinal Parasites and Related Findings in Fecal Preparations". EC Microbiology, 21(6), hlm. 01-10.
- García, J. A., Alger, J., & Soto, R. J. (2021). "Intestinal apicomplexan parasitoses among a hospital-based population in Honduras, 2013-2019". Biomédica, 41, hlm. 734-44.
- Lehman, D. (2008). "Diagnostic Parasitology; Charcot-Leyden crystal".
- Tim Penyusun Laboratorium Parasitologi FK UNS. (2022). Modul Keterampilan Medis: Pemeriksaan Tinja Parasitologis (Blok 4.2 Penyakit Gastrohepatointestinal). Surakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret.
- Ueki, S., Miyabe, Y., Yamamoto, Y., Fukuchi, M., Hirokawa, M., Spencer, L. A., & Weller, P. F. (2019). "Charcot-Leyden Crystals in Eosinophilic Inflammation: Active Cytolysis Leads to Crystal Formation". Current Allergy and Asthma Reports, 19(8), 35.
- Weller, P. F., Bach, D., & Austen, K. F. (1982). "Human eosinophil lysophospholipase: the sole protein component of Charcot-Leyden crystals". The Journal of Immunology, 128(3), hlm. 1346–1349.

إرسال تعليق